Building Win-Win Agreements that Drive Business Results
Dalam organisasi yang semakin kompleks, kemampuan negosiasi tidak hanya dibutuhkan oleh fungsi sales atau procurement, tetapi juga oleh leader, support function, hingga individual contributor yang setiap hari berinteraksi dengan berbagai stakeholder.
Negosiasi terjadi dalam banyak bentuk: menyelaraskan prioritas antar tim, berdiskusi dengan vendor, mengelola ekspektasi atasan, hingga menyelesaikan konflik kerja. Tanpa pendekatan yang tepat, negosiasi sering berubah menjadi tarik-menarik kepentingan yang berujung pada keputusan yang tidak optimal atau hubungan kerja yang kurang sehat.
Program ini dirancang untuk membantu peserta memahami bahwa negosiasi bukan tentang menang atau kalah, tetapi tentang menciptakan solusi yang memberikan nilai bagi semua pihak. Dengan pendekatan Emotional Intelligence dan OMAH© Framework, peserta belajar mengelola emosi, memahami kepentingan di balik posisi, serta membangun komunikasi yang lebih strategis dalam mencapai kesepakatan.
Peserta juga akan dilatih untuk menghadapi situasi negosiasi yang penuh tekanan dengan tetap tenang, terstruktur, dan fokus pada solusi.
Dalam dunia kerja yang semakin kompleks, negosiasi bukan hanya dibutuhkan oleh tim sales atau procurement. Banyak peran di organisasi leader, support function, project owner, maupun tim lintas fungsi setiap hari berhadapan dengan situasi yang membutuhkan kemampuan untuk menyamakan kepentingan, mengelola perbedaan, dan mencapai kesepakatan yang produktif.
Sering kali tantangan negosiasi bukan terletak pada keberanian berbicara, tetapi pada kemampuan untuk:
- memahami kepentingan di balik posisi masing-masing pihak
- menjaga hubungan tetap baik di tengah perbedaan
- menyampaikan kebutuhan dengan jelas tanpa memicu resistensi
- mencapai hasil yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan
Program Negotiation Skill dirancang untuk membantu peserta membangun pendekatan negosiasi yang lebih strategis, tenang, dan kolaboratif. Dengan pendekatan OMAH© Framework dan Emotional Intelligence, peserta belajar bahwa negosiasi bukan sekadar memenangkan argumen, tetapi membangun nilai bersama sambil tetap menjaga tujuan bisnis organisasi.
Melalui program ini, peserta diajak untuk:
- Observe — memahami konteks negosiasi, kepentingan para pihak, dan pola komunikasi yang muncul
- Manage — mengelola emosi, tekanan, serta dinamika hubungan dalam proses negosiasi
- Act — menerapkan teknik bertanya, mendengar, menyampaikan posisi, dan merumuskan opsi solusi
- Happen — menghasilkan kesepakatan yang lebih jelas, realistis, dan saling menguntungkan
Program ini relevan untuk berbagai kebutuhan organisasi, mulai dari negosiasi internal antar fungsi, pembahasan target, koordinasi dengan vendor, hingga interaksi dengan stakeholder eksternal.
Fokus Program:
- Mindset negosiasi: dari win-lose menjadi win-win
- Memahami perbedaan position vs interest
- Mengidentifikasi kebutuhan tersembunyi stakeholder
- Mengelola emosi dalam situasi negosiasi
- Membangun strategi komunikasi dalam negosiasi
- Menggunakan pendekatan structured negotiation (termasuk BATNA)
- Mencapai kesepakatan yang jelas dan berkelanjutan


